Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi PSDKU Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Pancapa sukses meraih Juara 3 dalam mata lomba Broadcasting Day (Broaday) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Communication Interest Festival (COMMINFEST) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh KPKS Atma Jaya Broadcasting Network (ABN) FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Tahun ini, Broaday menantang mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk memproduksi film dokumenter yang mengangkat isu Hak Asasi Manusia (HAM) bagi kelompok marjinal yang terdampak oleh ketimpangan sosial dan minimnya akses komunikasi yang setara. Mengusung tema besar “Eunoia: Empowering Unity, Nurturing Openness, Integrity, and Awareness”, Tim Pancapa hadir membawa realitas sosial yang sangat dekat dengan lingkungan sekitar mereka di Pangandaran.
Potret Humanis Perjuangan Lansia di Batu Hiu
Melalui karya video dokumenter yang diberi judul “Perut Kosong Kasih Penuh”, Tim Pancapa menyajikan narasi mendalam mengenai kehidupan Ibu Iis, seorang lansia berusia 67 tahun yang bertahan hidup dengan berjualan di sekitar kawasan objek wisata Batu Hiu, Pangandaran. Film ini secara apik membingkai realitas kemandirian Ibu Iis di usia senja. Sejak kepergian sang suami, ia memilih untuk terus berjuang sendiri dan menghabiskan seluruh waktunya dari pagi hingga malam hari di warung kecil tempatnya mengais rezeki.
Tidak hanya memotret perjuangan fisik untuk bertahan hidup, dokumenter ini juga menonjolkan sisi humanis dan keluhuran budi Ibu Idis. Di tengah keterbatasan ekonomi dan usia, ia secara konsisten merawat serta membagikan makanan kepada kucing dan anjing terlantar yang kerap dibuang oleh orang-orang tidak bertanggung jawab di sekitar warungnya. Kehadiran satwa-satwa tersebut diakui menjadi teman setia yang menemani kesehariannya yang sepi.
Karya ini juga berfungsi sebagai kritik sosial dengan menyuarakan minimnya jaminan perlindungan bagi pekerja lanjut usia. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan ketua RT setempat, Bapak Suherli, yang mengonfirmasi bahwa memang belum ada program kesejahteraan maupun perlindungan khusus bagi kelompok lansia di wilayah tersebut. Ketimpangan sosial inilah yang sering kali menjadi celah dan luput dari perhatian banyak orang, namun karya ini secara cerdik berhasil menangkap celah tersebut.
Melalui pendekatan komunikasi yang inklusif, film ini berhasil menyampaikan pesan kuat bahwa kelompok rentan seperti lansia tidak menuntut hal muluk dari lingkungan mereka, melainkan hanya mengharapkan ruang hidup yang aman, tenang, dan bebas dari rasa takut.
Buah Kerja Keras dan Bimbingan Intensif
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari bimbingan intensif dosen pendamping, Galang Ikhwan Aji Sabda, M.I.Kom., serta soliditas seluruh anggota Tim Pancapa. Meski masih tergolong sebagai mahasiswa angkatan muda, kelima mahasiswa Ilmu Komunikasi PSDKU Pangandaran angkatan 2025 ini mampu membuktikan kualitas dan daya saing mereka. Anggota tim tersebut adalah:
- Humairoh Suniyatus Silmi
- Lindy Manuella
- Faizah Azka Naura Wigati
- Zefanya Angela
- Cesario Khalifah Gaos
Kolaborasi apik ini berhasil membawa karya mereka lolos ke babak lima besar nasional, hingga sukses melewati tahap presentasi abstrak pada babak final yang digelar secara daring pada 15 Mei 2026 lalu. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kemudian dilaksanakan secara luring pada malam penganugerahan (Awarding Night) COMMINFEST 2026 di Kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi PSDKU Pangandaran mampu bersaing di level tertinggi sejak tahun-tahun awal perkuliahan. Selain membawa kebanggaan bagi almamater, prestasi ini menjadi bukti nyata kepekaan sosial mahasiswa dalam menggunakan media komunikasi sebagai ruang aspirasi bagi masyarakat yang terpinggirkan.
Karya lengkap film dokumenter dari Tim Pancapa dapat disaksikan melalui tautan YouTube berikut:

No responses yet