Menyambung komitmen nyata dari forum sebelumnya, Program Studi Ilmu Komunikasi K. Pangandaran kembali menggelar kelanjutan evaluasi melalui pemaparan survei I-Listening 2026 Vol. 1 Bagian 2. Jika sesi pertama memantik semangat perbaikan di pertengahan semester, sesi kedua ini memperluas cakupan evaluasi dengan melibatkan 114 responden dari empat angkatan sekaligus, mulai dari angkatan 2022 hingga 2025 untuk menelaah 22 mata kuliah serta mengurai ragam isu non-akademik di lingkungan kampus. Semangat yang dibawa tetap selaras: menjadikan setiap masukan mahasiswa sebagai pijakan kuat demi menciptakan kualitas pendidikan yang lebih bermakna.
Dalam perjalanan paruh kedua semester ini, terlihat adanya tren kemajuan yang dirasakan langsung oleh sivitas akademika. Ketua Angkatan 2023 Hirzi Wafi Fauzan menyoroti bahwa berbagai kendala utama pada awal perkuliahan telah banyak teratasi dan menunjukkan progres positif pasca-evaluasi bagian pertama. Salah satu ruang diskusi paling produktif kali ini berkutat pada pendalaman makna interaktivitas di ruang kelas. Menjawab kebutuhan tenaga pendidik akan indikator interaksi yang jelas, perwakilan mahasiswa menjabarkan bahwa bentuk interaktivitas yang diharapkan adalah diskusi dua arah berbasis studi kasus yang nyata. Strategi pembelajaran yang diusulkan mencakup optimalisasi fitur pembagian ruang diskusi kelompok (breakout room) pada kelas daring agar mahasiswa dapat lebih leluasa menyampaikan sudut pandang mereka.
Peningkatan kualitas pengajaran turut dibuktikan melalui tingginya skor kepuasan pada sejumlah mata kuliah esensial di setiap tingkatan angkatan. Mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL), Teori Komunikasi, dan Komunikasi Antar Pribadi muncul sebagai kelas-kelas dengan apresiasi tertinggi berkat kejelasan materi serta ketanggapan umpan balik dari para dosen. Sesi I-Listening ini juga menjadi panggung penghormatan bagi dedikasi para tenaga pendidik. Mahasiswa menyuarakan apresiasi mereka dalam berbagai kategori penghargaan, mulai dari dosen terfavorit, paling kreatif, inspiratif, suportif, komunikatif, hingga dosen yang paling cepat tanggap dan tepat waktu.
Forum I-Listening didesain bukan hanya untuk membedah dinamika di dalam kelas. Sesi kedua ini berani mengupas isu-isu penunjang yang tidak kalah penting bagi kesejahteraan mahasiswa, mencakup kondisi kesehatan mental, transparansi prosedur informasi beasiswa, hingga pengawasan terhadap isu kekerasan seksual. Terkait pemenuhan fasilitas fisik laboratorium yang kerap menjadi kendala, pihak pengelola program studi memberikan kepastian langkah. Penempatan peralatan praktik ke dalam laboratorium diupayakan dapat terealisasi pada semester depan, berjalan beriringan dengan tahap penyelesaian gedung dan pemasangan instalasi kamera pengawas demi faktor keamanan.
Survei I-Listening 2026 Vol. 1 Bagian 2 mengukuhkan sebuah budaya akademik bahwa masukan mahasiswa akan diolah menjadi bahan evaluasi yang utuh. Mengingat rangkaian ujian akhir semester kini telah usai, program studi memusatkan perhatian pada persiapan kalender akademik mendatang, salah satunya dengan mengupayakan peningkatan persentase perkuliahan tatap muka (luring) demi proses pembelajaran yang lebih optimal. Melalui konsistensi dialog dua arah semacam ini, Program Studi Ilmu Komunikasi K. Pangandaran membuktikan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukanlah wacana sesaat, melainkan gerak langkah berkelanjutan yang direalisasikan bersama.

No responses yet