Komentar Terbaru

No comments to show.

Senin, 24 April 2026

Dibalik indahnya Pangandaran sebagai salah satu destinasi wisata yang terus berkembang, terdapat berbagai dinamika sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat lokal, tetapi menjadi ruang belajar bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran Kampus Pangandaran.

Melalui mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Kampus Pangandaran angkatan 2023 terjun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan masyarakat serta memahami kondisi sosial yang ada secara lebih dekat. Kegiatan ini menjadi dari pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan teori di kelas dengan realitas di lapangan.

Program Studi Ilmu Komunikasi Kampus Pangandaran sendiri menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan pada pencapaian kompetensi mahasiswa. Dalam praktiknya, pembelajaran dilakukan dengan prinsip student-centered learning, mahasiswa didorong untuk aktif melalui berbagai metode seperti problem-based learning, project-based learning, hingga experiential learning.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan fokus isu yang berbeda, yaitu disabilitas, pariwisata, UMKM, dan sampah. Pembagian ini bertujuan agar proses penggalian informasi dapat dilakukan secara lebih terarah, sekaligus memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami isu secara lebih mendalam.

Sebagai bagian dari kegiatan lapangan, mahasiswa melakukan wawancara dengan berbagai stakeholder yang berkaitan dengan masing-masing topik. Interaksi ini melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga pihak-pihak lainnya yang relevan. Melalui proses tersebut, mahasiswa berupaya memahami kondisi yang ada, tidak hanya dari sudut pandang teori, tetapi juga dari perspektif para pelaku di lapangan.

Naurah Lisnarini, S.I.Kom, M.I.Kom., selaku dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa.

Tugas Komunikasi Pemberdayaan memang sengaja dirancang agar mahasiswa turun langsung ke masyarakat, berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menganalisis situasi dan karakteristik audiens. Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan isu-isu yang ada di lingkungan sekitar, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan, sehingga institusi (Universitas Padjadjaran), baik dosen maupun mahasiswa, dapat berkontribusi secara nyata bagi masyarakat,” Ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari tugas akademik, tetapi memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori komunikasi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memahami kompleksitas yang ada di masyarakat.

Selanjutnya, hasil dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi komunikasi pemberdayaan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran yang dilakukan tidak berhenti pada proses pengumpulan informasi, tetapi juga diarahkan pada upaya memberikan kontribusi nyata. 

Tags:

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *