Komentar Terbaru

No comments to show.

Menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) sering kali dipandang sebagai pencapaian yang hanya bisa diraih oleh mahasiswa “sempurna”. Namun bagi Surya, perjalanan menuju gelar tersebut justru dimulai dari sesuatu yang sederhana: ajakan seorang dosen.

Awalnya, Surya sama sekali tidak memiliki rencana untuk mengikuti seleksi Mawapres. Ia mengaku baru tertarik setelah salah satu dosen di Fikom mendorongnya untuk mencoba.

“Kalau waktu itu nggak diajak, mungkin saya nggak akan ikut,” ujarnya.

Ajakan tersebut kemudian menjadi titik awal perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah proses seleksi yang serba singkat, Surya justru dihadapkan pada tantangan besar. Ia hanya memiliki waktu sekitar satu hari untuk menyiapkan presentasi, gagasan kreatif, hingga materi berbahasa Inggris.

Tekanan waktu sempat membuatnya ingin menyerah. Namun, dukungan teman-temannya menjadi alasan utama ia tetap bertahan. Saat Surya mulai ragu untuk melanjutkan, teman-temannya justru terus meyakinkannya untuk mencoba sampai akhir.

Malam sebelum presentasi menjadi salah satu momen paling melelahkan sekaligus paling berkesan baginya. Bersama teman-temannya, ia menyusun presentasi sejak malam hari, berlatih hingga dini hari, lalu berangkat menuju lokasi seleksi subuh-subuh tanpa banyak waktu istirahat.

“Yang bikin saya bertahan itu support teman-teman. Mereka luar biasa,” katanya.

Dalam seleksi Mawapres, Surya mengangkat gagasan kreatif berjudul Srikandi: Sinergi Literasi Keuangan bagi Istri Nelayan di Batu Karas. Gagasan tersebut berangkat dari proyek mata kuliah yang pernah ia kerjakan bersama timnya. Fokus utamanya adalah membantu keluarga nelayan mengelola hasil pendapatan mereka agar lebih siap menghadapi musim paceklik.

Menurut Surya, banyak keluarga nelayan memperoleh penghasilan besar saat musim tangkap, tetapi belum memiliki kemampuan pengelolaan keuangan jangka panjang. Akibatnya, ketika musim paceklik datang dan pemasukan berhenti selama berbulan-bulan, kondisi ekonomi keluarga menjadi rentan.

Melalui gagasan tersebut, Surya menawarkan pendekatan literasi keuangan agar para istri nelayan dapat mengelola dan menyimpan penghasilan untuk kebutuhan jangka panjang.

Gagasan kreatif ini yang pada akhirnya membawa ia menjadi Juara ke-2 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas.

Dilain sisi, meski akhirnya berhasil menjadi Mawapres, Surya mengaku perjalanan tersebut penuh rasa tidak percaya diri. Ketika bertemu kandidat lain, ia merasa banyak peserta memiliki kemampuan yang jauh lebih luar biasa.

“Ada yang sampai bikin website sendiri untuk gagasan kreatifnya. Di situ saya sempat insecure,” ungkapnya.

Namun di tengah rasa minder itu, Surya memilih untuk tetap menjalani proses sampai akhir. Baginya, hasil bukan lagi hal utama. Yang terpenting adalah berani mencoba dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Ia percaya keberhasilannya bukan karena unggul di satu aspek saja, melainkan karena konsisten membangun berbagai pengalaman selama kuliah—mulai dari akademik, organisasi, kompetisi, hingga kemampuan komunikasi.

“Orang lihatnya tiba-tiba jadi Mawapres, padahal prosesnya dibangun bertahun-tahun,” katanya.

Bagi Surya, gelar Mawapres bukan akhir dari perjalanan, melainkan pengingat bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari. Justru setelah meraih pencapaian tersebut, ia merasa semakin sadar bahwa di luar sana masih banyak mahasiswa dengan kemampuan dan pengalaman yang luar biasa.

Pengalaman itu mengubah cara pandangnya tentang prestasi. Ia tidak lagi melihat prestasi sebagai soal menjadi yang paling hebat, tetapi tentang keberanian untuk terus berkembang tanpa membatasi diri sendiri.

Dari seluruh proses yang dijalani, Surya memegang dua pelajaran penting: jangan membatasi diri dan berani mencoba.

“Kalau nggak dicoba, ya nggak akan ada hasilnya,” ujarnya.

Di akhir, Surya merangkum seluruh perjalanannya menuju Mawapres dalam tiga kata sederhana yang menurutnya paling menggambarkan proses tersebut: Jangan pernah menyerah!!!.

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *