Komentar Terbaru

No comments to show.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses, mengolah, dan menyebarkan informasi. Perubahan tersebut menjadi sorotan dalam Kuliah Umum Transformasi Komunikasi Massa dan Paradigma yang menghadirkan Amelia Narasoma, Staff CSV I League sekaligus mantan reporter Metro TV. Kegiatan ini berlangsung pada 29 April 2026 tersebut, peserta diajak memahami bagaimana posisi audiens kini tidak lagi sekadar sebagai penerima pesan, melainkan turut berperan aktif dalam membentuk arus informasi di era digital.

Dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa tersebut, Amelia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah menggeser paradigma komunikasi massa yang selama ini didominasi oleh media. Menurutnya, saat ini media dan audiens memiliki hubungan yang jauh lebih interaktif dibandingkan pada era media konvensional.

Amelia memaparkan dua paradigma utama yang memengaruhi komunikasi massa, yaitu agenda setting dan uses and gratification. Paradigma agenda setting menempatkan media sebagai pihak yang menentukan isu-isu penting bagi masyarakat melalui proses seleksi dan penonjolan informasi. Sementara itu, paradigma uses and gratification memandang audiens sebagai individu yang aktif memilih media sesuai kebutuhan, minat, dan tujuan mereka.

Perubahan tersebut, lanjut Amelia, semakin terlihat dengan hadirnya media digital yang memungkinkan masyarakat untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memberikan respons secara langsung. Interaksi yang sebelumnya berlangsung satu arah kini berkembang menjadi komunikasi yang lebih dinamis dan partisipatif.

“Dulu audiens cenderung menerima informasi secara pasif. Kini mereka dapat langsung memberikan respons, berdiskusi, bahkan memengaruhi arah pemberitaan melalui percakapan yang berkembang di media sosial“, ujar Amelia.

Salah satu contoh perubahan tersebut adalah fenomena second screen, yakni kebiasaan masyarakat menggunakan media sosial saat menonton televisi atau mengakses media lainnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa audiens kini berperan sebagai pengguna aktif yang turut membentuk arus informasi melalui berbagai platform digital.

Selain membahas perubahan perilaku audiens, Amelia juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri media dalam menjaga independensi jurnalistik. Ia menilai afiliasi politik pemilik media maupun ketergantungan terhadap sumber pendanaan tertentu dapat memengaruhi proses produksi berita dan objektivitas informasi yang diterima publik.

Karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam praktik jurnalistik. Di sisi lain, masyarakat juga perlu meningkatkan kemampuan literasi media agar mampu memilah informasi secara kritis di tengah derasnya arus konten digital.

Kuliah umum ini memberikan wawasan mengenai perubahan paradigma komunikasi massa sekaligus mendorong mahasiswa untuk memahami peran strategis audiens dalam ekosistem media digital. Di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *